Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Januari 2015

HOLIDAY IN BALI

Last holiday, I went to Bali. We went in group of SMAN 1 Bawang Banjarnegara. We went there by bus. I am was very enjoyed the journey, but on the way my bus got a problem so we must move to other bus.

The first day in Bali, we visited Tabah Lot. The scenery was beautiful and the air was cool. then we went to bedugul to enjoy the lake bratan. after that we went to Joger to buy souvenirs. the place was crowded, so we need a very long queue to pay at the cashier. then we watch the show barong. after enjoying the show barong we went to the hotel to rest.


The next day in Bali, we went to SMAN 4 Denpasar to action research, then we went to Kuta beach, the most famous beach in Bali to see the sunset. But there beach dirty with trash wood on the beach. after that we went to Tanjung Benoa, There were so many activities to do there. We could play parasailing, banana boat, and so on. But I chose to go to a little island which had a lot of reptiles there. There were snake, turtles, etc. The scenery was so beautiful, because I was in the middle of the sea. Next we went to the dream land. There was big waves and I enjoy the sunset. After that, we visited the Garuda Wisnu Kencana (GWK). There were two statues Which were so big. There were Wisnu and his bird, called Garuda. 

The last day in Bali, we went to the Sukawati market, the most famous market in Bali to bught souvenirs.

In the afternoon we return to Java. we were all very happy and very tired.

Jumat, 02 Mei 2014

FUNGSI DAN POKOK-POKOK KANDUNGAN AL-QUR’AN
  1. Fungsi Al-Qur’an
Fungsi utama Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk bagi umat manusia dan mukjizat bagi kerasulan Muhammad saw. Al-Qur’an memberikan aturan-aturan keagamaan yang menjadi petunjuk bagi umat manusia untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Sebagai mukjizat, Al-Qur’an diturunkan oleh Allah untuk menjadi bukti kebenaran kerasulan Muhammad saw terutama bagi para penentang dakwah-dakwah beliau.
Fungsi Al-Qur’an sangat penting bagi kehidupan umat Islam. Ia bukan sekedar kitab bacaan biasa tetapi adalah buku suci yang menjadi pedoman dalam segala urusan kehidupan umat Islam di dunia. Ia menjadi rujukan utama ketika umat Islam ingin membangun formulasi hukum, etika, politik, sosial-kemasyarakatan dan sebagainya.
Untuk lebih mempermudah memahami fungsi-fungsi Al-Qur’an berikut adalah beberapa ayat Al-Qur’an yang menjelaskan fungsinya bagi kehidupan umat Islam.
  • Sebagai petunjuk dari Allah swt kepada manusia
Allah berfirman:
2:185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)….”
  • Sebagai bukti (mukjizat) kebenaran risalah Nabi Muhammad saw.
Allah berfirman:
7:203. Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al Qur’an kepada mereka, mereka berkata: “Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?” Katakanlah: Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. Al Qur’an ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
  • Sebagai pemisah antara yang Haq dan yang Bathil\
Allah berfirman:
2:185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)….”
  • Sebagai obat bagi penyakit-penyakit hati
Allah berfirman:
10:57. Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.
e.    Sebagai nasihat bagi orang-orang bertaqwa
3:138. (Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
  • Sebagai pembenar kitab-kitab terdahulu
Allah berfirman:
35:31. Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al Kitab (Al Qur’an) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.

2.    Pokok-pokok Kandungan Al-Qur’an
Al-Qur’an merupakan kitab suci agama Islam yang mempunyai fungsi utama sebagai petunjuk bagi manusia dalam menjalani kehidupan di bumi, sebagaimana dalam firman Allah:
2:185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)….”
Sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia, Ak-Qur’an memuat pesan-pesan yang dapat dijadikan sebagai sandaran bagi manusia dalam segala aspek kehidupannya. secara umum, kandungan ayat-ayat Al-Qur’an dapat dipetakan menjadi beberapa tema pokok dibawah ini :

a. Aqidah
Salah satu yang menjadi pokok pembahasan ayat-ayat Al-Qur’an adalah masalah aqidah. Aqidah merupakan dasar penting dalam agama Islam. Secara bahasa Aqidah berasal dari bahasa Arab: al-’aqdu (ikatan), at-tautsiq (kepercayaan atau keyakinan yang kuat), al-qhkam (mengukuhkan atau menetapkan) dan ar-rabthu bi quwwah (mengikat dengan kuat). Adapun secara istilah Aqidah dapat didefinisikan sebagai iman yang teguh dan pasti yang tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang meyakininya. Jadi dapat dipahami bahwa aqidah merupakan ilmu yang menjarkan kepada manusia mengenai kepercayaan yang wajib diyakini oleh setiap orang. Al-Qur’an mengajarkan aqidah tauhid kepada manusia, yaitu menanamkan keyakinan terhadap keesaan Allah swt.
Selain kepercayaan dan keimanan kepada Allah swt, Al-Qur’an juga mengajarkan manusia hal-hal yang ghaib, para rasul dan kepercayaan terhadap kitab-kitab terdahulu sebagai bagian dari kesempurnaan keimanan seseorang. Dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang berbicara mengenai pokok-pokok aqidah yang harus diyakini setiap orang yang beriman. Allah berfirman:
35:3. Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi?  Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling (dari ketauhidan)?
2:177. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan  (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan salat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.

b. Ibadah
Tema pokok kandungan Al-Qur’an selanjutnya adalah ibadah. Secara bahasa, ibadah berarti taat, tunduk dan ikut. Dalam bahasa syar’i ibadah diartikan sesuatu yang diperintahkan Allah sebagai syariat, bukan karena adanya keberlangsungan tradisi sebelumnya atau karena tuntutan logika atau akal manusia. Ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dikerjakan untuk mendapatkan ridha dari Allah swt.
Al-Qur’an menjelaskan bentuk-bentuk ibadah dasar yang harus dikerjakan oleh setiap muslim, seperti mengucapkan dua kalimat syahadat, shalat lima waktu, membayar zakat, puasa pada bulan suci Ramadhan dan beribadah haji bagi yang telah mampu menjalankannya. Namun Al0Qur’an tidak menjelaskan secara terperinci mengenai tata cara pelaksanaan ibadah-ibadah tersebut. Al-Qur’an hanya menjelaskan bahwa setiap ibadah harus benar-benar ikhlas ditujukan kepada Allah swt.
Allah berfirman:
6:162. Katakanlah: “Sesungguhnya salat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam,

c. Akhlak
Tema pokok Al-Qur’an selanjutnya adalah mengajarkan akhlak. Dalam bahasa Arab, akhlak bentuk jamak dari khulqu yang artinya perangai, tabiat dan adab. Dalam agama Islam, akhlak merupakan tolak ukur derajat seseorang. Dalam Al-Qur’an dikatakan bahwa keimanan seseorang tidaklah cukup hanya dengan sekedar iman kepada Allah, Malaikat, Nabi-nabi dan lainnya Akan tetapi keimanan harus disertai dengan akhlak dan perilaku yang baik.
Allah berfirman:
6:90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
16:91. Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah (mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.
16:92. Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian) mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain.  Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu.  Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu.

d. Hukum
Salah satu tema yang banyak dibahas dalam ayat-ayat Al-Qur’an adalah hukum. Dalam Al-Qur’an termuat hukum-hukum yang mengatur tentang masalah-masalah yang ada pada seluruh aspek kehidupan manusia, Misalnya, hukuman bagi pembunuh, Allah berfirman :
17:33. Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara lalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh.  Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan.
Namun tidak semua aturan hukum yang ada dalam Al-Qur’an sudah terperinci. Kadang Al-Qur’an hanya menyebutkan prinsip-prinsip dasarnya saja. Misalnya Allah menyatakan keharaman darah dan bangkai secara mutlak dan umum.
5:3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah,…”
Kemudian Nabi saw men-taqyidkan (memberi persyaratan) kemutlakannya dan mentaksiskan (memberi ketentuan khusus) atas keharamannya serta menjelaskan macam-macam bangkai dan darah. Sebagaimana sabda Nabi saw:
“Dihalalkan bagi kita dua macam bangkai dan dua macam darah. Adapun macam bangkai itu adalah bangkai ikan dan bangkai belalang sedang dua macam darah itu adalah hati dan limpa.” (H.R.Ibnu Majah dan Hakim)

e. Tadzkir (Peringatan)
Al-Qur’an sebagai kitab petunjuk juga berisi peringatan-peringatan kepada manusia. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam salah satu ayatnya :
25:1. Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqaan (Al Qur’an) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam
Mengenai isi peringatan-peringatannya, Al-Qur’an misalnya memberikan peringatan berupa ancaman akan siksa neraka bagi mereka yang mendustakan Allah dan utusannya. Allah berfirman :
5:33. Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,
Selain pemberi peringatan Al-Qur’an juga memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepada Allah swt dengan balasan berupa nikmat surga. Allah berfirman :
19:97. Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Qur’an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.

f. Sejarah atau Kisah
Al-Qur’an juga berisi kisah-kisah mengenai orang-orang yang terdahulu baik yang mengalami kebinasaan akibat tidak taat kepada Allah swt ataupun kisah-kisah orang yang mendapatkan kejayaan karena ketaatannya kepada Allah swt. Kisah-kisah tersebut agar bisa menjadi pelajaran bagi orang-orang yang sesudahnya. Allah berfirman :
11:100. Itu adalah sebahagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih kedapatan bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah.
11:120. Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman.
20:99. Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al Qur’an).

Rabu, 02 April 2014

PIKET KELAS

Kedadean iki nalika dina Rabu, sauwise bel bali sekolah moni, lan siswa-siswi siap-siap arep bali. Tapi ana beberapa siswa sing durung arep bali mergane nglaksanakake piket kelas.
Diceritakakenen Anjas lan Marina agi piket, tiba-tiba ana bocah wadon kang ngorong-ngorong. Kepriwe ceritane..!! langsung  bae kita tingali ing TKP.
Anjas    : “Piket Mar sing bersih”
Marina    : “Iya Njas tenang bae”
Anisa    : “(Tiba-tiba teka lan ngorong-ngorong). YANG PIKET, YANG PIKET, YANG                
                PIKET.”
Anjas    : “Anisa ko due mata apa ora!!!, ko weruhe nyong gi ngapa! Mbantu lah patut. Teka-
               teka ngorong-ngorong, suarane apik banget apa, POLUSI SUARA   NGERTI!!!.”
Anisa     : “(Meneng bae. Nglanjutake ngorong-ngoronge). SING BERSIH, SING BERSIH,
                SING BERSIH, AJA KABUR, AJA KABUR.”
Marina    : “Masya Allah, kae wong apa iblis, mbok meneng si ngapa (madep ngon Anisa)”.
Anisa      : “(Tetep ngorong-ngorong, palah tambah seru).”
Anjas      : “(Nyepak meng Anisa karo ngawa sesuatu lan sesuatu kuwe di lebokna nang lesane
                 Anisa).”
Anisa      : “Asem ko ya, ngajak singgel apa (tangane methentheng).”
Anjas      : “Heeh... Marina mbok wis ngomong, ko meneng ja ngorong-ngorong bae!.”
Anisa      : “Lah ngapa nek nyong ngorong-ngorong.”
Marina    : “Ngapa, ngapa brisik ngerti!.”
Anjas      : “Iya ho... Wis suarane...”
Anisa      : “Loh bebas. Prawan.”
Marina    : “Nis bebas si bebas, tapi sopan mbok.”
Anisa      : “Kaya ko lagi sopan banget.”
Anjas      : “Iya nyong sopan banget.”
Pak Guru: “(tiba-tiba teka) Heh, heh. Ana apa..? Jen ribut bae.”
Marina    : “Niku Pak Anisa.”
Pak Guru: “Ana apa karo Anisa.”
Marina    : “Ngaten Pak.... Kula seg piket, nanging Anisa ngorong-ngorong mawon.”
Anjas      : “Ngih niku Pak.”
Anisa      : “Ih wadulane yakin.”
Marina    : “Lah ngapa si, masalah nggo ko!.”
Pak Guru: “Wis, wis, kaya cah SD bae, senenge adu omong.”



Anisa, Marina, Lan Anjas pada meneng.
Pak Guru : “Mbak (karo nepuk gigire Anisa), aja kaya kue ya mbak.”
Anisa      : “Ngih Pak....(madep meng ngisor).”
Pak Guru : “Geh mbak, nek mbantu ngrewangi nyapu mbersihi kelas kan lewih apik.”
Anisa      : “Kula niku namung mringatake supados kanca-kanca nglaksanakake piket kelas, 
                 mboten langsung wangsul.”
Pak Guru  : “Ya carane aja kaya kue... Ora usah ngorong-ngorong. Anjas lan marina kan lagi piket.”
Anisa      : “Kula kadhos niku supados Anjas kaliyan Marina angone piket semangat.”
Pak Guru : “Ya sing diperingati nek bocah sing ora piket, nek sing bocah lagi piket ya mbak ra usah    
                 kaya kue.”
Anisa      : “(Manthuk) Ngih pak.”
Pak Guru : “Ya wis, siki ko (nunjuk Anisa) njaluk ngapura maring Marila karo Anjas.”
Anisa      : “ Marina, Anjas  nyong njaluk ngapura.”
Marina    : “Ya nyong karo Anjas li wis maafaken ko. Ngesuk-ngesuk ja kaya kue maning ya   
  Nis.”

Anjas, Marina lan Pak Guru banjur metu kelas lan pada bali.


3 DINA KEMUDIAN, Sauwise bubar sekolah
Anjas      : “Geh Marina, dina iki ka ora ana sing piket.”
Marina    : “Iya we. Siki si pikete sapa.”
Anjas      : “Jajal tak ndeleng jadwal disit.”
Marina    : “Ya cepet!”
Anjas      : “O... Ya! Mar, siki mbok pikete bocah cetar membahana.”
Marina    : “Cetar membahana sapa Njas (Bingung).”
Anjas      : “Leh kaya ra ngerti bae.”
Marina    : “O... Anisa maksude ko (Jari menunjuk ke Anjas).”
Anjas      : “Lah kue bocah.”
Marina    : “Cepet Njas ngomong meng Anisa, kae bocahe isih nang ngarep kelas.”
Anjas      : “Ya sip. (Mlayu marani Anisa) Anisa piket, siki mbok pikete ko. (Keras)”
Anisa      : “Lah males.”
Anjas      : “Males, males. Hu dasar jarkoni, pinter ngajar ora bisa ngelakoni.”
Anisa      : “(Mlebu maring kelas).”
Marina    : “Nis cepet nis piket, iki sapune.”
Anisa      : “Lah males.”
Anjas      : “Anisa piket ngapa, nek ra piket denda loh.”
Anisa      : “Ngapa piket, wong batire be pada piket be ora.”
Anjas      : “Apaan wong batire be pada piket. Sing ra tau piket li ko.”
Anisa      : “(Metu kang kelas, karo mlayu aso).”
Anjas      : “(Mlayu nang mburine Anisa karo nggawa sapu). Nis piket disit leh, iki sapune.”
Anisa      : “Sorry, ngana ko dewek.”
Anjas      : “Hu dasar, cah wadon pemalas, jiwane kotor, tipis lambene alias senenge nyatur 
                  wong liya. Huu... mugane melu pelajaran bahasa jawa karo buharti ya ngerti.!”
Anisa      : “(Sirahe nongol nang lawang) Hellowww... Masalah buah looo...”
Marina    : “(Metu kang kelas lan bali)”
Pak Guru: “(Teka saka kelas sebelah). Assalamualaikum Wr. Wb.”
Anjas      : “Wa’alaikumsalam Wr. Wb.”
Pak Guru : “Wis mas, istighfar.”
Anjas      : “Ngih Pak.”
Pak Guru : “Geh mas, kae Anisa kena kanggo pelajaran, supaya aja seneng nyatur liyan.”
Anjas      : “Ngih Pak, Nggih.”

Anjas lan Pak guru banjur pada mulih

Selesai




Jumat, 21 Februari 2014

Alamku
Karya : Anjas Aji Prayoga

Oh alamku......
Begitu indah mataku memandangmu
Hijau warna-warni

Gunung menjulang tinggi
Berkabut putih nan indah
Sinar mentari di pagi hari
Menyelimuti pagi yang cerah

Berbagai satwa berlari
Ke padang rumput nan sunyi
Burung-burung berkicauan
Kicaunya memecah kesunyian

Betapa indahnya kehidupan mereka
Kini....hancur dirusak manusia
Pohon-pohon kau tebangi
Satwa-satwa kau bunuh

Sebagai generasi muda
Marilah kita jaga alam sekitar
Agar kita terhindar dari mara bahaya


Puisi diatas merupakan karya saya sendiri melalui inspirasi-inspirasi dari teman-teman dan yang lain. Sekiranya puisi diatas masih mempunyai banyak kekurangan, karena saya juga masih dalam proses belajar sehingga masih membutuhkan banyak inspirasi-ispirasi yang membangun seperti kritik dan saran (silahkan kritik dan saranya saya tunggu, tinggal ditulis di komentar saja).

Sabtu, 25 Januari 2014

SIFAT DAN FUNGSI KONSTITUSI


Sifat Konstitusi
1.    Sifat Umum

  • Normatif, aturan yang harus ditaati oleh penyelengga negara dan warga negaranya.
  • Nominal, pilihan pasal yg dilaksanakan oleh penguasa.
  • Semantik, UUD hanya sebagai simbol sedangkan aturan bernegara menurut kemauan politik penguasa
2.    Sifat Pokok
  • Flexible, agar mudah mengikuti perkembangan jaman (Inggris dan Selandia Baru).
  • Rigid, agar tidak mudah dirubah hukum dasarnya (Amerika, Kanada, Jerman dan Indonesia)

Funsi Konstitusi
1.    Fungsi Pokok

  • Konstitusi atau UUD adalah untuk membatasi kekuasaan pemerintah agar tidak sewenang- wenang, sehingga hak-hak warga negara dapat terlindung (Konstitusionalisme).
2.    Fungsi Umum
  • Kontrol Penyelenggaraan negara
  • Indikator keberhasilan pemerintahan
  • Kontrak sosial antara warga negara dengan penyelenggara negara.